Yuk jalan-jalan ke arah barat Buleleng namanya Desa Pemuteran. Desa ini terletak di Kecamatan gerokgak Buleleng Bali dengan kode pos 81155. Letak Desa ini berdekatan dengan Gilimanuk pelabuhan yang ada di Negara Jembrana. Jika Anda bepergian dari Singaraja atau Seririt menuju Pelabuhan Gilimanuk Anda pasti melewati Desa Pemuteran. Desa Pemuteran memiliki kondisi udara yang panas dan berdebu akan tetapi jika musim hujan tiba wilayah ini akan terlihat sejuk dan hijau.  Sebagian besar masyarakatnya bekerja sebagai petani dan peternak namun di wilayah utara Desa Pemuteran beberapa masyarakat bekerja sebagai nelayan dengan memanfaatkan laut Bali sebagai lahan mata pencahariannya.

Wilayah Desa Pemuteran termasuk ke dalam wilayah dengan dataran rendah dengan ketinggian 0-30 meter di atas permukaan laut. Secara administrasi desa ini dibagi menjadi 9 (sembilan) banjar dinas yaitu :

  1. Banjar Dinas Kembang Sari,
  2. Banjar Dinas Palasari,
  3. Banjar Dinas Loka Segara,
  4. Banjar Dinas Yeh Panes,
  5. Banjar Dinas Sendang Lapang,
  6. Banjar Dinas Pengumbahan,
  7. Banjar Dinas Sari Mekar,
  8. Banjar Dinas Sumber Wangi,
  9. Banjar Dinas Sendang Pasir.

Secara geografis Desa Pemuteran dibatasi oleh :

  1. Utara (Laut Bali)
  2. Selatan (Hutan Negara Jembrana)
  3. Timur (Desa Banyupoh)
  4. Barat (Desa Sumberkima)

Sejarah Desa Pemuteran

Berdirinya Desa Pemuteran secara pasti tidak ada yang tahu tentang tanggal, bulan serta tahun, tetapi menurut cerita penglingsir/tokoh masyarakat desa pemuteran yang dapat dipercaya mengatakan bahwa desa pemuteran yang dulunya adalah merupakan suatu wilayah banjar dinas yang disebut banjar dinas pemuteran, desa sumberkima kedistrikan pengastulan. Kisah banjar dinas pemuteran berpisah dengan desa sumberkima terjadi pada 16 Agustus 1967 yang selanjutnya disebut desa pemuteran, terpilihnya Kata “PEMUTERAN” menjadi nama Ibu Kota Desa adalah karena adanya Gunung Pulaki yang merupakan batas Ujung timur antara desa banyupoh yang keberadaannya agak menonjol ke pantai/kepermukaan laut sehingga menyebabkan orang-orang yang mau lewat pulaki baik dari arah barat dan dari arah timur yang menggunakan kendaraan bermotor harus rela berjalan kaki dan para sopir kala itu harus memutar kendaraannya cukup sampai gunung pulaki karena pemutera adalah tempat memutar maka disebutlah desa “PEMUTERAN”, akan tetapi ada pula para penglingsir mengatakan bahwa istilah desa pemuteran diambil untuk nama ibu kota desa tidak terlepas dari keberadaan Pura Pemuteran yang merupakan pesanakan pura pulaki desa banyupoh yang disebut dengan Pura Muttering Jagat. Yang mana ditempat pura tersebut terdapat sumber mata air panas yang merupakan tempat untuk pesucian sebelum melaksanakan persembahyangan yang sangat dipercaya oleh umat Hindu adalah Pura Khayangan Jagat Khususnya masyarakat Bali. Sehingga sampai saat ini disebut Desa Pemuteran. Melihat sejarah keadaan geografis Desa membujur dari Barat Ketimur diapit Oeh Gunung sebelah selatan dan laut (Segara) di utara maka sangatlah pantas desa pemuteran adalah desa tempat memohon Keselamatan Jagat Raya sehingga disebutlah Desa Pemuteran yang nyegara Gunung.

 

Leave a Reply